Jumat, 25 Juni 2010

piala dunia dan kepahitanya


Penyerang gaek Denmark, Jon Dahl Tomasson, mengalami kepahitan di penampilan terakhir Piala Dunia. Kalah 3-1 dari Jepang, tersingkir dari babak kualifikasi grup, dan mengalami cedera merupakan kegetiran dipengujung karir timnasnya.

Kekalahan dari Jepang merupakan mimpi buruk buat Denmark khususnya Tomasson yang akan pensiun usai Piala Dunia kali ini. Angan-angan mendulang prestasi di akhir karir, pupus sudah.

Di atas kertas, Denmark lebih kuat dibanding Jepang. Namun, kenyataan berbeda di atas rumput. Permainan buruk diperagakan pemain Denmark sepanjang laga. Tak kecuali Tomasson. Beberapa peluang tak mampu dimaksimalkan menjadi gol.

“Kaki saya terasa tegang dan kejang ketika terbentur. Sulit mencetak gol dengan kaki seperti ini,” ujar Tomasson kepada Reuters.

Tomasson mengatakan, dirinya lebih merasakan kepahitan dari pada manis berada di Piala Dunia 2010. “Awalnya kami yakin dapat lolos kualifikasi. Kapi optimis dapat mengatasi lawan di grup, meski dengan persaingan ketat. Namun, kami kehilangan itu semua,” tambahnya.

“Ini merupakan Piala Dunia terakhir saya. Mungkin di ajang Piala Eropa 2012 masih bisa ikut, tapi saya harus realistis dan memberikan kesempatan buat pemain muda,” tutur Tomasson.

“Tim Denmark memiliki beberapa pemain senior di atas 30 tahun. Namun, ada lima pemain yang di bawah 23 tahun. Artinya, tim Denmark memiliki kombinasi yang tepat, meski pada akhirnya tidak berhasil,” pungkas Tomasson.

Tahun 1997 merupakan debut Tomasson bergabung dengan timnas Denmark, di kancah Internasional. Penyerang berusia 35 tahun -Agustus nanti- itu, telah mengikuti empat kali membela timnas Denmark di ajang Piala Dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar