Lupakan sejenak Tegal dengan logat medoknya. Karena lewat citra Cereal Band, grup band debutan asli kota bahari itu, berhasil menanggalkan logat Tegal yang kerab menjadi bahan olok-olok. Buktinya, lima sekawan pengibar bendera Cereal Band yang terdiri dari Deva (vokal), Rinal (gitar), Fiant (kibor), Jo' (bass), dan Yocky (drum) berhasil menyajikan musik, dengan lavalisasi yang nyaris mampu menyembunyikan kemedokannya itu.
Lihatlah ketika grup band yang bernaung di bawah panji 59 Management itu merilis album debutan bertajuk Tak Terlupakan di Jakarta, kemarin. Niscaya, lewat alunan musik yang berkiblat pada kekuatan musikalitas Coldplay, grup band bercita rasa Brithpop, yang digaungkan Chris Martin dan konco-konconya, lima pemuda itu berhasil menyajikan serangkaian alunan musik, layaknya kualitas musik yang dijual grup band kebanyakan dari kota Bandung dan Jakarta; menawan dan tidak recehan.
Meski masing-masing punggawanya mengaku terpengaruh dari berbagai latar musikal beragam, dari Muse, Dream Theater hingga Joe Satriani, tapi di tangan mereka, komposisi ciptaan mereka sendiri itu, tak ubahnya komposisi musisi ''jadi''.
Dengarlah ketika singgel ''Teroris Cinta'', ''Maafkan'', ''Hanya Dirimu'', ''Sirna'', ''Tak Terlupakan'', dan ''Aku Ingin'' mereka hantarkan secara akustik un pluge. Hampir pada setiap nada terakhir purna, sambutan penonton yang sekaligus menjadi saksi hari jadi mereka ke satu itu, bersambut dengan apresiasi yang meriah.
Tanpa Ngapak-ngapak
Meski tetap menjual musik pop, dengan lirik yang bernarasi tentang perkara yang dari itu ke itu saja, tapi jalinan musik mereka, sebagaimana diakui pemerhati musik Agus ''Boy'' Santoso, berhasil menyajikan sebuah komposisi yang ramah di telinga publik. ''Musik-musik semacam inilah, yang biasanya nyaris tidak mendapatkan resistensi dari telinga publik,'' katanya merujuk kepada beberapa singgel sukses seperti ''C.I.N.T.A'' milik Bagindaz, yang ditelinganya sangat ngepop, dan Melayu.
Meski tetap menjual musik pop, dengan lirik yang bernarasi tentang perkara yang dari itu ke itu saja, tapi jalinan musik mereka, sebagaimana diakui pemerhati musik Agus ''Boy'' Santoso, berhasil menyajikan sebuah komposisi yang ramah di telinga publik. ''Musik-musik semacam inilah, yang biasanya nyaris tidak mendapatkan resistensi dari telinga publik,'' katanya merujuk kepada beberapa singgel sukses seperti ''C.I.N.T.A'' milik Bagindaz, yang ditelinganya sangat ngepop, dan Melayu.
Namun, yang membedakan dengan Cereal Band -sebuah nama yang dicomot, agar musik mereka dapat diterima dan dicerna publik, semudah makanan sereal dicerna tubuh-, tidak menggunakan jalur musik Melayu sebagai pijakan penciptaan. Menurut Deva pilihan Cereal Band bersetia di jalur pop, dan atau tidak dimelayu-melayukan karena, ''Pangsa musik pop Melayu sudah sesak. Kami tidak mau menambahkan kesesakan itu,'' katanya.
Pilihan pada kiblat musikalitas grup band bercita rasa Brithpop itulah, yang membuat Cereal Band, yang konon namanya telah cukup dikenal di Tegal, Pekalongan, Brebes dan sekitarnya itu, tak ubahnya grup band Coldplay bercita rasa Tegal, tanpa ngapak-ngapak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar